Actually gw ke kota ini bukan dalam rangka tour or travel, tapi buat mewakili Negara ane, tanah air tercinta dalam sebuah meeting… pembahasan tentang meeting menurut gw kurang menarik, yang paling enak kalo ane ngomongin jalan2nya aja.. Day 1 Persiapan dari Jakarta malam2 sampe airport soekarno hatta, kira2 jam 11.30 pesawat menuju ke seoul, perjalanan memakan waktu lebih kurang 7 jam. Karena tiba di bandara incheon seoul sekitar pukul 9.30 lokal time (for your info waktu di seoul sama dengan waktu Indonesia timur). And then as usuall you have go to the immigration, and waiting for your own baggage. Tapi disinilah hal yang menarik pelayanan di bandara ini memuaskan para pengguna, dimana kita tidak perlu menuggu waktu yang cukup panjang baik untuk mengantri bagasi maupun mengantri imigrasi. After that, nunggu bus pas diluar airport (nah disini butuh ketelitian, dimana kita yang terbiasa membaca huruf latin, harus berusaha memahami tulisan local), nah kebetulan saya tlah memesan hotel sebelum keberangkatan, di daerah Cheongdam., gw naik bus nomor 6010 yang katanya menuju ke daerah Cheongdam. Bagaimanakah perjalanan di bus… mmmm begini ceritanya : di bis sangat sepi, namun sang pengemudi sangat disiplin, hal yang mungkin tak pernah gw alami di Indonesia (Jakarta actually) bahwa ketika naik bus, penumpang di kursi manapun wajib n kudu pake seat belt alias sabuk pengaman. Perjalanan dari bandara Incheon ke kota seoul (baca: CHeongdam) memakan waktu lebih kurang 1 jam 15 menit, dan di minggu pagi yang cerah di kota seoul, saya menemukan kemacetan, tapi akhirnya sang pengemudi bus yang disiplin ini berhasil mengantarkan saya ke tempat tujuan. Ok saya tiba di hotel. Saya nginep di hotel ELLUI, hotel rekomendasi dari penyelenggara (harga semalamnya sekitar 110ribu won), sebelum saya memasuki lobby hotel, saya cukup menikmati weather in Seoul, yayaya lebih kurang 18’ C, sejuk bukan. and then I chek in n have some rest for a while at my room. Since I came alone on my first day here, sekitar jam 3an lah bangun, dan mulai berpikir untuk mencoba menikmatikota seoul, now it’s time for adventure… saya turun ke lobby, dan pertanyaan berikutnya adalah “may I have a city map”, ok.. gw dapet peta kota.. sekarang tentukan tujuan (shopping place, heritage site, food journey???!!!), sebagai warga Negara yang baik, gw memilih untuk mencari dimanan KBRI alias kedutaan besar RI, berhubung jaman udah canggih, mari kita chek di Internet, dan ketemulah KBRI ada di daerah Yeouido, (setelah sedikit browsing di google, ternyata ini sentra bisnisnya seoul, lebih kurang seperti kawasan SCBD lah kalo di Jakarta. Dan untuk menuju ke KBRI saya memilih untuk menggunakan Subway (damn! This kind of transportation makes me Jealous, when will Jakarta have such a public transportlike this). Dari hotel saya jalan kaki menuju ke stasiun subway Cheong dam, lebih kurang 750 meter dari hotel, tapi jalan kaki di udara sejuk seoul sama sekali tidak memberikan keringat berlebih. Masuklah saya ke stasiun Cheongdam (tiket kereta 1600 won) lagi2 saya harus banyak adaptasi, pertama adalah cara beli tiket di vending machine ticket, lalu pilih arah (mengingat saat itu saya memulai dari line 7, dan Yeouido berada di Line 9, maka saya harus transit di stasiun express bus terminal, gantilah ke line 9, saya memutuskan untuk turun di saetgang, karena stasiun ini lebih dekat ke KBRI. Dan tibalah saya di Saetgang di sambut dengan Ankara Park, dan menyusuri jalan sekitar 200 meter, maka tepat disebelah lapangan tenis kita akan menemukan KBRI.. HOreeee…. Next.. sebagai muslim, maka saya memutuskan untuk mencari Masjid, (kenapa mesjid.. karena itu adalah tempat ibadah, dimana saya perlu tau waktu solat local dI seoul, lalu bias dipastikan disekitar mesjid, sangat mudah ditemui makanan halal.. biasanya). So kembali saya chek di Internet, dan ketemulah Masjid Raya seoul yang berada di Itaewon. How do I get there. Just go again by the subway, mengingat saya tadi sudah berada di line 9 maka sekarang saya harus transit ke line 6 (harga tiket subway tidak berubah). Lalu bagaimana perjalanan mencari mesjid.. lumayan melelahkan, pertama di Negara dimana muslim bukan mayoritas, maka sesuatu yang berbau islam kurang familiar, namun bukan berarti tidak ditemukan, setelah berkeliling itaewon selama lebih kurang 20 menit akhirnya saya mendapat petunjuk dimana mesjid itu berada, letaknya cukup lumayan dari jalan utama, dan dengan jalur yang mendaki, membuat jalan menuju kebaikan memang menanjak. Tapi puas rasanya menemukan mesjid, dan melihat banyak wajah ASEAN yang bertebaran. Target berikutnya adalah mencari makan malam, untuk mengisi kekosongan di perut maka saya memutuskan untuk makan.. a pilihan kala itu terletak pada penjual kebab, lumayanlah makan daging.. dan rasanya tidak jauh beda, oh ya di seoul kalo kita minta sesuatu yang hot (pedas) maka yang diberikan adalah merica. Jadi saran saya bawalah sambel sachetan racikan negeri sendiri.. Setelah itu saya kemabli ke subway dengan mengambil kembali jalur 6 dan transit untuk mengambil jalur 7.. setelah perjalanan singkat itu dan kembali ke hotel dan tidur nyenyak sebelum bersiap untuk esok hari..